Setiap Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta digelar, puluhan kursi yang sedianya diduduki para politikus Kebon Sirih terlihat kosong melompong. Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana sebenarnya para anggota hadir hanya saja sedang izin ke toilet.
“Mungkin izin keluar, buang air. Buang air kecil masa ditegur. Itu di ruangan,” ujar pria yang sapa Bang Sani di Gedung DPRD Jakarta, Kamis (7/3).
Politikus PKS ini mengaku tidak dapat menegur kepada anggota yang tidak hadir. Sebab hal tersebut menjadi kewenangan Badan Kehormatan (BK).
“Harus ada mekanisme sesuai dengan tata tertib. Urusan kode etik itu ada di badan kehormatan,” kilahnya.
Seperti diketahui, dalam Rapat Paripurna pandangan fraksi-fraksi DPRD DKI Jakarta terhadap Raperda RPJMD dan Raperda Pengelolaan Sampah akhirnya dimulai pukul 11.00 WIB setelah satu setengah jam molor. Pasalnya, dalam jadwal direncanakan rapat tersebut dimulai pukul 09.30 WIB namun karena belum kuorum maka rapat terpaksa diundur.
Wakil DPRD Triwisaksana memimpin langsung rapat tersebut dan didampingi oleh dua wakil lainnya Sayogo, Inggard Joshua. Berdasarkan pantauan, dari sekitar 91 anggota namun yang hadir hanya sekitar 40 anggota.
Wakil DPRD sebut kursi kosong karena anggota izin ke toilet












