Anak jalanan di Jakarta semakin bertambah dari hari ke hari. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) prihatin melihat kondisi ini. Ahok meminta Dinas Sosial tidak hanya menangkap anak jalanan, yang sedang beroperasi di jalan, melainkan melatih anak jalanan itu keahlian khusus.
“Kalau nggak ada kerjaan disalurkan kemana? Seperti, latihan SIM, makanya kita sudah rapat minggu kemarin. Misalnya, ada express taksi itu butuh 3.000 lebih sopir taksi, datangnya dari Jawa dan segala macam,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (11/3).
Politisi Gerindra ini meminta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, HR Dedet Sukandar untuk merealiasasikan usulannya. Sehingga, nantinya segera diberikan pelatihan mengemudi.
“Saya langsung kontak Pak Dedet, tolong sudin-sudin kasih pelatihan kerja, pelatihan kerja itu salah satunya pelatihan untuk bawa mobil. Ada SIM, jadi banyak pekerjaan kita itu,” jelasnya.
Kemudian, angutan kota (angkot), juga direncanakan akan distop. Sehingga, itu bisa dialihkan ke taksi. “Jadi anak-anak jalanan ini kalau ada orangtua yang sakit harus dibawa ke panti kita ke panti jompo,”katanya.
Mantan Bupati Belitung Timut ini, mengaku tidak bermasalah jika sopir taxi itu jumlahnya meningkat. “Makanya kita mesti lihat, pintu masuk kan nggak dipelihara terus, tapi disalurkan,” tandasnya.
Ahok ingin anak jalanan jadi sopir taxi












