Pejabat keamanan Suriah panik saat terjadi serangan gas beracun

pejabat keamanan suriah panik saat terjadi serangan gas beracun

Pejabat keamanan Suriah panik saat terjadi serangan gas beracun


KabarDunia.com – Suriah | Intelijen Amerika Serikat dikabarkan berhasil menyadap percakapan telepon antara seorang pejabat di kementerian pertahanan Suriah dengan pemimpin sebuah unit senjata kimia yang menyatakan kepanikan, setelah serangan mematikan gas beracun pada pekan lalu.


“Rabu pekan lalu, beberapa jam setelah insiden serangan senjata kimia mengerikan di sebelah timur Damaskus, seorang pejabat di kementerian pertahanan Suriah menyatakan kepanikan melalui panggilan telepon dengan pemimpin unit senjata kimia, menuntut jawaban atas serangan senjata gas beracun yang menewaskan lebih dari seribu orang,” kata laporan itu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (28/8), mengutip laporan majalah Foreign Policy kemarin.


“Percakapan itu telah didengar oleh intelijen Amerika Serikat,” ujar majalah itu. “Itulah alasan utama mengapa pejabat Amerika sekarang mengatakan serangan itu merupakan pekerjaan rezim pemerintahan Presiden Basyar al-Assad, dan mengapa militer Amerika kemungkinan besar akan menyerang rezim Azzad hanya dalam hitungan hari.”


Laporan itu datang setelah pasukan Amerika menyatakan bakal menyerang Suriah, meskipun Barat bersikeras bahwa tujuan utama mereka bukan masalah pergantian rezim, tetapi untuk menghukum pemerintahan Assad lantaran telah melakukan serangan gas beracun terhadap warga sipil.


Dasar untuk melakukan intervensi militer ditetapkan oleh Wakil Presiden Amerika Joe Biden, di mana untuk pertama kalinya mengatakan bahwa serangan pada pekan lalu, yang diperkirakan telah menewaskan ratusan orang, hanya bisa dilakukan oleh pasukan Assad.


Namun, kemungkinan tindakan cepat yang bakal dilakukan dalam hitungan hari ini disambut dengan tantangan besar di Damaskus, di mana para pejabat rezim Assad berjanji akan melawan setiap serangan dengan langkah-langkah mengejutkan. Sementara sekutu Suriah, Rusia dan Iran, memperingatkan konsekuensi yang bakal terjadi.


Inggris dan Prancis juga bakal menggunaan kekuatan militer di Suriah, sementara Gedung Putih berjanji akan mengungkap bukti rahasi pada pekan ini untuk membuktikan bahwa serangan senjata kimia pada 21 Agustus kemarin merupakan pekerjaan pasukan rezim pemerintah Suriah.



Pejabat keamanan Suriah panik saat terjadi serangan gas beracun

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More